Kilas balik: Pandangan antropologis tentang Papua (2011)

Ini pikiran delapan tahun lalu, waktu itu jargon “NKRI harga mati” belum begitu sepopuler dan menjangkit warganegara sipil sebagai latah nasional seperti hari ini. Polarisasi sosial karena perbedaan politik belum membara melanda satu negara. Walau demikian selalu terasa bahwa Papua memiliki konfliknya sendiri yang sangat panjang dalam proses integrasi yang penuh luka

Masukkan budaya Indonesia dalam body bag saja !

Belakangan ini aksi organisasi2 pembenci Malaysia di tanah air memang makin marak marah-marahnya. Sudah buka posko, pasang poster, dan menerima pendaftaran relawan-relawan (mencapai 1500) yang siap dikirim menghancurkan musuh (dan rela pulang dalam bodybag). Dendam kesumat warga Indonesia Bisa adalah peristiwa kolektif yang menyebar dan berbuah “pengorganisasian patriotisme” dalam bentuk rencana penggalangan massa untuk invasi Kuala Lumpur. Tapi mengapa justru TKI yang rencananya kita bela dengan nyawa itu malah sewot? Ada apa?

%d bloggers like this: