«

Uncategorized

Ujian Akhir Antropologi Indonesia

12.10.09 | 1 Comment

Buatlah sebuah essay 1500 kata untuk tiap nomor di bawah ini. Nomor 1 wajib dikerjakan. kemudian pilih salah satu dari dua yang tersisa. Jadi Anda hanya mengerjakan 2 soal saja dengan jumlah kata sebanyak ± 3000.

 

 

  1. Ide keindonesiaan dan permasalahan kebangsaan banyak dituliskan dalam penelitian-penelitian antropologis yang dilakukan pada masa pasca-Orde Baru. Kembangkan sebuah argumen yang menjelaskan tentang kait-mengait antara Krisis kebangsaan, krisis kebudayaan, dan pembangunan yang merupakan warisan persoalan yang rawan melahirkan konflik dan disintegrasi bangsa.

 

  1. Antropologi Indonesia lahir dan berkembang di 11 universitas saat ini. Namun, mayoritas antropolog indonesia memilih situs penelitian di negerinya sendiri. Mengapa? Lalu adakah suatu ciri khusus yang menjadi identitas pemikiran antropologi di Indonesia, sehingga kita dapat menyebut sebagai madzhab Indonesia?

 

  1. Indonesia adalah lokasi penelitian antropologi yang telah digunakan para ahli untuk melahirkan teori-teori antropologi yang penting. Di satu sisi, teori tidak dapat dipisahkan dari konteks pembentukan (iklim akademik, kekuatan politik). Di sisi lain, teori menggambarkan kenyataan yang terjadi di masyarakat dalam suatu kurun waktu. Jelaskan dua sisi ini dengan contoh teori dan etnografi yang membicarakan masyarakat Indonesia.

     

    SELAMAT BEKERJA DENGAN GIAT…!

 

Ketentuan:

  • Bibliografi minimal 10 sumber baik buku dan artikel. Kutipan pada teks Anda harus sejalan dengan daftar kepustakaan di halaman belakang.
  • Ketik dengan jarak spasi 1,5 diatas kertas Kuarto. Stapler pekerjaan Anda, dan tidak usah dijilid.
  • Bekerjalah masing-masing, dan tidak ada toleransi terhadap plagiarisme.
  • Bobot soal berbeda. Untuk nomor 2 dan 3 bobot nilainya sebesar 60 %. Untuk soal nomor 1 berbobot 40 %.
  • Orisinalitas dan refleksi anda sangat mempengaruhi nilai.
  • Bagi yang terlambat mengumpulkan akan dikenakan sanksi berupa pengurangan nilai sebesar 10 %.

 

Bahan bacaan yang membantu:

 

  1. Ramstedt, M. (2005) “Anthropology and the Nation State: Applied Anthropology in Indonesia,”, in J. van Bremen, E. Ben-Ari, and S.F. Alatas (eds) Asian Anthropology. London and New York: Routledge. Pp.200—223.
  2. Prager, M. (2005) “From Volkenkunde to Djurusan Antropologi: The Emergence of Indonesian Anthropology in Postwar Indonesia,” in J. van Bremen, E. Ben-Ari, and S.F.
  3. Anderson, B (1999) Indonesian Nationalism Today and Its Future. Indonesia (67). April.
  4. Bahan2 dalam Jurnal Antropologi Indonesia, serta lainnya yang dianggap perlu.

 


 

1 Comment

have your say

Add your comment below, or trackback from your own site. Subscribe to these comments.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:

:


«