Tag Archive: soetigna


Sepuluh Keinginan

 

Aku ingin main gitar berjam-jam sampai senar yang perih terhapus oleh bahagia aneh seperti berada di antara surga dan neraka, dan menghentikannya adalah kematian.

Aku ingin bernyanyi tentang perasaan marah yang tersembunyi dengan nada-nada manis yang menyiratkan temaramnya senja sehingga tenagaku habis dan berakhir dengan mantra-mantra kesumat cinta.

Aku ingin menciptakan lagu yang sejujur celoteh bayi dan semerdu tangisan laparnya sehingga tidak lagi membutuhkan nada, lirik dan alat musik.

Aku ingin bertemu kakekku di djl. Mangga 30, yang tak marah ketika aku mencuri main biolanya. Dia malah mengajariku “Burung Hantu”.

Angklung dalam Keindonesiaan Kita

imagesAngklung dalam Keindonesiaan Kita
Iwan Meulia Pirous

Sentimen kebangsaan selalu membutuhkan serentetan ikon budaya kongkret. Banyak orang Indonesia yang khawatir bahkan bersikap reaktif terhadap tangkasnya negara tetangga kita Malaysia yang mengakui angklung, batik, reog sebagai kesenian nasional mereka. Kekhawatiran ini mengarah pada harapan bahwa negara harus kongkret melindungi kesenian khas bangsa Indonesia untuk kepentingan identitas nasional. Intinya, jika ingin mengangkat properti budaya yang khas menjadi identitas yang representatif bagi bangsa, maka syarat utamanya adalah properti tersebut harus terlibat dalam kesejarahan bangsa untuk memenuhi visi otoritas ke masa lalu, sekaligus juga populer dalam imajinasi kolektif pada waktu sekarang untuk visi masa depan. Bangsa-bangsa modern yang tangguh setia mempertahankan prinsip ini untuk lestari. Angklung adalah elemen budaya yang terlibat dalam dua gaya tarik tradisional-modern sehingga menarik diisyukan sebagai ikon bangsa yang potensial dan kongkret.

Powered by WordPress | Theme: Motion by 85ideas.

Kamar Iwan Pirous is Digg proof thanks to caching by WP Super Cache