Mengkritik adalah hal biasa. Siapapun melakukan. Malah ini sebagai satu cara mengajak orang lain melihat dari sisi yang berbeda. Maka kritik harus diterima secara positif. Ada orang-orang yang sudah terbiasa dianggap benar. Maka dia tidak tahu kalau dirinya bisa salah. Ada juga orang yang selalu disalahkan. Maka ketika dia berbuat benar, dia tidak merasakannya. Kritik menyeimbangkan itu.
Tapi tidak semua orang biasa dengan kritikan. Keseringan dianggap benar, dianggap hebat, dianggap kaya, dianggap sempurna membuat orang tidak siap dengan sisi-sisi “opposite”, dalam dirinya. Ketika kritik datang reaksinya jadi berlebihan. Padahal apa sih ruginya? Uangnya jadi kurang? Pamornya jadi hilang? Nasibnya jadi jelek? Cantiknya jadi pudar? Saya pikir tidak. Malah seharusnya otaknya jadi mikir.

