page 33Pola “Banking Education” dianggap sebagai pola pendidikan ideal semenjak masa kolonial. Dari kecil kita diajari banyak hal di sekolah. Otak yang “kosong” ini diisi terus oleh orang-orang dewasa: guru-guru kita sendiri, agar mejadi “mereka”. Di tengah kebutuhan standar global, sekolah menjadi mentereng mahal, prestisius dan menampung kelas ekonomi mampu agar menjadi “aktor global keren”.

Paulo Freire sudah mengingatkan sejak tahun 1970-an bahwa dunia pendidikan tidak pernah memberikan otonomi bagi anak. Tujuan pendidikan sudah melenceng dari kebutuhan menciptakan generasi kreatif, bahagia, dan bermental bebas menjadi seperangkat metode menciptakan buruh-buruh industri siap kerja dalam sebuah kelas stagnan.