Universitas manapun adalah perusahaan. Semakin kaya perusahaan, maka semakin runcing polariasi kelas yang terjadi. Guyonan lama setengah petuahnya begini: Waktu muda boleh Marxis, tapi kalau tua, Kapitalis . Universitas akan semakin besar: World Class University, global rated university. Itu diiklankan. Prinsip sosialisme, kesejahteraan vertikal boro-boro jadi iklan. Dijalankan saja jarang.
Di tengah-tengah simbol ini saya merasa gamang. Maybe it’s time to stop.
Hari ini aku benar-benar sampai pada titik terendah dari segi semangat. Bener-bener kosong. Pekerjaan menumpuk sebagai dosen belum selesai semua. Karena uangnya tidak seberapa, kelihatannya tumpukan itu akan makin bertambah tinggi menggunung, malas sekaligus jahat, seperti lingkaran setan.
Seorang dosen, pada akhirnya memang selalu sendirian.


bahan renungan yang bagus…
Menurut agama, ada 3 amalan yang gak akan habis walaupun kita sudah mati, salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat. Jadi Dosen tuh ngajarin ilmu sama mahasiswanya, selama ilmu itu masih dipergunakan, Mas Iwan masih akan selalu dapet pahala. Gimana? Cukup gak?
Melegakan….melegakan….
Pada akhirnya.
Hey! Well, I don’t care how long it’s gonna take you now,
But if it’s a dream I don’t want No I don’t really want it
If it’s a dream I don’t want nobody to wake me. – Janis Joplin-Try (Just a Little Bit Harder)