Belakangan ini aksi organisasi2 pembenci Malaysia di tanah air memang makin marak marah-marahnya. Sudah buka posko, pasang poster, dan menerima pendaftaran relawan-relawan (mencapai 1500) yang siap dikirim menghancurkan musuh (dan rela pulang dalam bodybag). Dendam kesumat warga Indonesia Bisa adalah peristiwa kolektif yang menyebar dan berbuah “pengorganisasian patriotisme” dalam bentuk rencana penggalangan massa untuk invasi Kuala Lumpur. Tapi mengapa justru TKI yang rencananya kita bela dengan nyawa itu malah sewot? Ada apa?
Hari ini aku tidak produktif, malas mengajar, terlalu banyak kolesterol, bosan membaca, dan seperti biasa bertemu dengan orang-orang yang berharap banyak. Konsultasi, menyiapkan silabus ancangan aplikasi, mimpin diskusi, bicara di depan kelas seperti boneka tolol.
Tags: puisi
Tuhanku pun berbisik jangan sekali-kali kau hitung pahala dan mengukur amalmu karena tiada mesin hitung yang secanggih kehendakNya.
Apa yang Roby Muhamad tawarkan adalah rasa kenyamanan karena relasi sosial. Namun bagaimana menjelaskan keinginan sangat subjektif (individual basis) untuk terus menggali keindonesiaan dalam diri terlepas dari banyaknya teman friendster+facebook kita?
Hanya karena kita hidup enak, mudah, kaya, dan berlebih, sering kita anggap dunia tidak ada persoalan.
Berpakaian selama-lamanya adalah political. Bisa jadi statement politis membangkang, bisa juga statement tunduk pada sistem.
Dari SMA kita diajari tunduk pada sistem…. tapi jaman gue SMA anak cewe membangkang dng memendek2an rok-nya…Rok seksi dan prestasi tinggi ternyata serasi dalam statistik sekolah kami. Bahenol but bright..!
Sekarang… ohh untung aku bukan SMA lagi…menjemukan saudara2… begitu hampa begitu hampa…. [...]
Kalangwan Seingatku, begitu. Guru-guru yang mampu menggugah semangat dan etos murid-muridnya, pastilah seorang subversif. Ia bisa subversif pada apa saja: bisa pada pemerintah yang korup, pada sistem pendidikan yang abal-abal, juga pada realitas sosial di sekitar, bahkan bisa juga pada agama yang telah jadi banal.
Knalpot Putih Idealnya, guru adalah peran intelektual untuk membuka pikiran banyak [...]
Bukan hari libur. Mayday itu hari kerja ketika semua yang merasa sebagai kelas buruh secara kolektif MOGOK dan STOP selama sehari.
gambar dari http://sf.curbed.com/archives/2008/05/01/workers_of_the_world_unite_curbed_sfs_guide_to_may_day_madness.php
Kapitalisme ragu, sosialisme setengah-hati. Banyak yang suka kalau 1 Mei itu libur..!
Hari ini 29 april, sub-headline Kompas yang membuat kepala gatal. Baru saja dua hari lalu Demokrat-PKS berkoalisi, dan hari ini Golkar-Hanura mencetuskan capres-cawapres…
Politik Indonesia yang tidak memuaskan…
diselipkan lewat berita outbreak Flu babi dengan gaya bahasa retorik yang sebetulnya kurang jurnalistik, tapi bagi saya membawa hati nurani rakyat.
Koalisi 2009 = babi…!
Hore masuk headline politikana..!