Apa yang Roby Muhamad tawarkan adalah rasa kenyamanan karena relasi sosial. Namun bagaimana menjelaskan keinginan sangat subjektif (individual basis) untuk terus menggali keindonesiaan dalam diri terlepas dari banyaknya teman friendster+facebook kita?
Sulit mendapatkan gambaran utuh sintesa masa lalu dan masa kini dalam visualisasi Indonesia demi sebuah national cultural branding.
Saya tergugah dengan catatan kaki di halaman 64, tentang sebuah joke yang terinspirasi hadis nabi yang mengharuskan umat Islam hati-hati dalam menuduh kafir saudaranya sendiri. Kata Joke tersebut, kalau kamu tetap sabar setelah 41 orang menuduhmu kafir, maka kamu Wali Tuhan.
Hanya karena kita hidup enak, mudah, kaya, dan berlebih, sering kita anggap dunia tidak ada persoalan.
Tahun ‘90-an. Saya pernah membeli barang2 kelontong di toko yang dikelola Darul Arqam Depok dulu banget. Dilayani perempuan bertutup lengkap kain hitam kecuali di bagian mata aja. Uang pas tidak ada, maka pembayaran dengan uang besar. Sewaktu saya hendak mengambil kembalian receh dari tangan penjual, tiba-tiba dia kaget terus uangnya dilempar [...]
Berpakaian selama-lamanya adalah political. Bisa jadi statement politis membangkang, bisa juga statement tunduk pada sistem.
Dari SMA kita diajari tunduk pada sistem…. tapi jaman gue SMA anak cewe membangkang dng memendek2an rok-nya…Rok seksi dan prestasi tinggi ternyata serasi dalam statistik sekolah kami. Bahenol but bright..!
Sekarang… ohh untung aku bukan SMA lagi…menjemukan saudara2… begitu hampa begitu hampa…. [...]
Kalangwan Seingatku, begitu. Guru-guru yang mampu menggugah semangat dan etos murid-muridnya, pastilah seorang subversif. Ia bisa subversif pada apa saja: bisa pada pemerintah yang korup, pada sistem pendidikan yang abal-abal, juga pada realitas sosial di sekitar, bahkan bisa juga pada agama yang telah jadi banal.
Knalpot Putih Idealnya, guru adalah peran intelektual untuk membuka pikiran banyak [...]
Anak kecil bukan orang dewasa kecil. Anak memiliki daya imajinasi luar biasa dan otonom. Mereka adalah subjek bebas yang kreatif. Beri dia pinsil maka dia akan menggambar, beri dia sekumpulan kardus bekas maka Ia membangun sarang, rumah-rumahan atau bahkan benteng pertahanan.
Bukan hari libur. Mayday itu hari kerja ketika semua yang merasa sebagai kelas buruh secara kolektif MOGOK dan STOP selama sehari.
gambar dari http://sf.curbed.com/archives/2008/05/01/workers_of_the_world_unite_curbed_sfs_guide_to_may_day_madness.php
Kapitalisme ragu, sosialisme setengah-hati. Banyak yang suka kalau 1 Mei itu libur..!