kemana saja diri kita? Jarang kelihatan.
Apa menghilang di balik tumpukan koran, ampas kopi dan asap hitam bus?
Atau terjebak dalam serabut kabel seribu urusan dan percakapan?
Aku merindukanmu seperti pelamun memandang matahari jingga yang sedang ditelan malamnya lautan.
Beberapa catatan tentang dimensi kultural dan sejarah untuk pengembangan museum Tsunami Aceh
Pembukaan
Kata museum seringkali mengingatkan pada segala sesuatu yang bersifat kuno. Sesuatu yang berhubungan erat dengan persoalan barang antik, sejarah-sejarah lama yang tersimpan dalam bentuk koleksi yang dipamerkan. Maka itu kita yakin dan percaya bahwa jika ingin mengetahui tentang asal-muasal, pergilah ke museum. Maka tidak [...]
“Antropologiwan dan Budayalog” menembus stereotipe
Iwan Meulia Pirous
Stereotipe Pertama: Stereotype terhadap “ilmu tentang stereotype”“Dik, kuliah di mana?” ini pasti pengalaman semua orang yang kuliah antropologi: “Oh yang gali-gali tulang itu, ya”. Kita disangka tukang gali kuburan. Tidak hanya mahasiswa Indonesia saja yang mengalami hal demikian, ternyata. Dalam sebuah blog tentang antropologi Savage Minds (http://savageminds.org/), gejala ini [...]