Mencoba Critical Anthropology?

 

Saya ditugaskan untuk menulis dalam terbitan yang khusus dikonsumsi oleh mahasiswa antropologi sebagai pembaca yang pastinya sedang haus untuk tahu tentang apa dan bagaimana antropologi itu, terlebih apa relevansinya kebutuhan realitas hari ini. Staf redaksi punya pesan, jika mungkin, tulisannya menyangkut antropologi dan nasionalisme. Tunggu dulu. Sebagai dosen yang diberi amanat untuk turut mengasuh Teori Antropologi II (kontemporer), sebuah kuliah formal dan wajib bagi mahasiswa antropologi UI, saya merasa sedang menjadi corong dengan otoritas penuh untuk menyampaikan “kebenaran” tentang teori-teori antropologi terkini. Semester ini dihadapan 90-an mahasiswa, tiba-tiba seluruh keseluruhan pengembaraan pribadi—saya selalu merasa bahwa antropologi adalah hobby—akibat buku-buku baru yang terlalu menarik, menjadi suatu tanggung jawab akademis formal yang meresahkan.